Kekagumanku terhadapnya
bukan tanpa alasan, tapi ada banyak peristiwa dibalik semuah itu,semuanya
berawal dari nilai satu kelasku yang bermasalah.
Suatu
hari aku sedang mengurus nilai, karena kebetulan waktu itu jam istirahat, aku
duduk menunggu dosen di ruang tunggu sambil membaca buku, sebenarnya aku bukan
orang yang suka membaca (kutu buku) dan buku yang waktu itu aku baca adalah
buku bacaan pertama yang aku beli selama kuliah, mungkin terdengar konyol tapi itu kenyataanya
.setelah beberapa jam aku menunggu tapi dosen yang aku tunggu tidak datang
juga, tiba-tiba seseorang menghampiriku dan duduk di sampingku, aku hanya
menoleh sambil senyum, bukanya sombong tapi aku samasekali tida mengenalnya.Dia
memegang sampul buku yang sedang aku baca sontak aku kaget dan menatapnya, dia
tersenyum lalu berkata
“aku
bias pinjam sebentar bukunya”?
Iya,
bisa (jawabku, sambil bertanya dalam hati “ini orang siapasih”
“Kamu
suka membaca juga ?
“tidak
juga, knapa mangnya (Aku balik bertanya padanya)
“oh…..(Jawabnya
sambil meganggukan kepala, entak apa maksutnya)
Tidak
lamah setelah kami bercerita, dosen yang aku tunggu datang, akupun menghampirinya
dengan terburu-buru sampai aku lupa mengambil buku yang sedang di pinjam pria
yang tidak aku kenal namanya, setelah aku keluar dari ruangan dosen ternyata
dia masi duduk sambil membaca buku yang dia pinjam dariku tadi,
Akupun menghampirinya
dan duduk di sampingnya, dia kemudian meletakkan buku tersebut “Buku ini bagus
bangat tapi kamu harus baca buku dasar dulu karna ini terlalu berat untuk
pemula “(ujarnya lalu kemudian pergi tanpa menyebutkan namanya),
“oh… iyah makasih yah”
aku menjawab dengan nada pelan, sambil mengambil buku yang diletakkannya tadi,
Aku kemudian kembali ke kelas dan tida lagi kepikiran tentang pria yang tidak
aku kenal tadi .
Keesokan harinya aku berjalan menuju kelas dengan terburu-buru
karna suda terlambat, seseorang menyapaku “heey” ,aku tida menoleh
sedikitpun aku merasa tida mengenalnya
dan terus berjalan, setelah pelajaran selesai aku kemudian mengajak sahabatku
ke halaman perpustakaan umum tempat kami biasa bersantai sambil menunggu
pelajaran selanjutnya, Sesampainya di halaman perpus kami mencari tempat yang
teduh untuk beristirahat akupun duduk sambil membaca buku, kemudian aku
memperhatikan tmanku yang sepertinya lagi memperhatikan seseorang,
“Kamu lagi lihatin
apaan sih ?
“itu looh, pria yang
lagi duduk disana “ jawabnya
“pria yang mana ?
disana banyak pria yang sedang duduk (jawabku bingung)
“itu… yang menghadap
kearah kita, dari tadi dia memperhatikan kita” jawabnya,
“ih… Pedeh amat mau
diperhatikan, memangnya kamu kenal dengan pria itu?
“hehe… Tidak jugasih”
jawabnya sambil tertawa
“yah sudah kalau
begitu, kamu merusak konsentrasi saja”(ujarku kesal)
Akupun melanjutkan
bacaanku dan tmanku asik dengan henponnya, Tiba-tiba seorang pria menghampiri
kami dan duduk di sampingku,
“hey… lagi baca buku
apasih?” Ujarnya kemudian mengulurkan
tangan dan menyebutkan namanya
“ooh “ hanya itu
jawabanku, tanpa aku sadari ternyata pria itu adalah pria yang kemarin meminjam
buku di ruang tunggu,
“Aku menganggu kalian
yah ? maaf kalau gitu”(ucapnya dengan nada pelan)
“eeh tidak, sama sekali
tidak mengganggu” jawa temanku (jujur aku sangat jengkel melihat tingkahnya itu
yang tiba-tiba ramah dengan pria tersebut). Lalu merekapun asik bercerita,entah
apa yang mereka bicarakan akupun melanjutkan bacaanku, tidak lama kemudian pria
tersebut pergi
“Aku duluan yah
“ujarnya, aku hanya menoleh sambil tersenyum, kamipun kembali kekelas. Sambil
jalan temanku menceritakan pembicaraan mereka tadi, dan ternyata dia memberikan
nomor kontakku ke pria tadi, jujur waktu itu aku sngat jengkel tapi dalam hati
aku berfikir “dia tida mungkin menghubungiku” Beberapa hari berlalu tidak perna
ada pria yang menelpon akupun merasa dugaanku benar tentang pria itu dia hanya
jail saja, tapi tidak lama kemudian henponku
berdering panggilan dari nomor yang tidak aku kenal, ternyata dia pria yang
beberapa hari yang lalu meminta Nomor kontakku, bahkan akupun lupa namanya,
dengan cuek aku menjawab setiap pertanyaanya dan dia mengajakku ke acara
temannya, aku tida menjawab ajakannya itu, aku berfikir mungkin dia hanya basa
basi saja lagian aku juga tidak kenal dengan dia.
Malam itu temanku mengajakku ngopi di warung kopi dekat
kampus tempat biasa kami ngopi, dan sesampainya disana ternyata pria tersebut
ada di disana, tapi aku tida peduli hal itu “memangnya dia siapa” ujarku dalam
hati, kamipun memesan minuman dan duduk, lagi dan lagi pria tersebut menghapiri
kami
“Sering ngopi disini
juga?”
“ iya lumayan sering
gopi disini “ jawabku sambil tersenyum (aku mencoba menepihkan rasa jengkelku)
“Suka kopi juga yah ?
ujarnya sambil menggeser secangkir kopi ke hadapanku
“iya, memangnya kenpa?jawabku
sedikit cuwek,
“tida, cuman jarangloh
cewe suka kopi” ujarnya, dan aku hanya tersenyum. Tanpa aku sadari ternyata
kami cerita suda berjam-jam kopi di cangkirkupun suda habis, dan malam suda
mulai larut kamipun pamit pulang duluan
“kami duluan yah “ ujarku padanya,
“Aku antar yah ?
(jawabnya,sambil berdiri mengambil kunci motornya) sudah larut malam bahaya
lohh, cewe pulang malam-malam , ujarnya seolah menakuti kami, Diapun
mengantarkami sampai ke kontrakan. Malam itu seolah jadi awal perkenalan kami
tapi aku suda lupa nama pria tersebut, dan setelah pertemuan di warung kopi
malam itu hampir setiap hari kami ketemu di halaman perpustakaan, dan sering
gopi bersama. entah apa yang merasuki tubuhku aku seakan menjelma menjadi gadis
yang humoris dan banyak bicara, bahkan teman-temankupun mempertananyakan hal itu karna yang mereka tau saya yang
dulunya cuek dan tida banyak bicara,Apa mungkin karna aku keseringan dengan
dia? Tanayaku dalam hati.
Karena aku dan dia
memiliki hobiy dan kebiasaan yang sama, kamipun sering jalan bersama, Setelah
sering ngopi dan jalan dengan dia perlahan aku mulai mengetahui sifat dan
kepribadianya yang sebenarnyah jauh dari
dugaanku sebelumnya.Dia hanya manusia biasa yang sekilas terlihat sama dengan
yang lainnya, dia bukanlah orang yag identik dengan baju kemeja dan kaca mata,
bahkan mungkin bagi sebagian orang penampilannya itu kuran sopan, Dia lebih
identik dengan baju kaos dan celana jins sobek, aku juga tidak tahu apakah
sobekan dicelana itu desengaja atau memang karna tida mampu untuk membeli yang
baru ?yah… itu sekilas tentang dia yang biasa saja, namun Dia mampu menyembunyikan
sesuatu yang luar biasa dibalik itu semuah.
Mungkin
karna sebelumnya aku belum mengenal sosok seperti dia, aku seakan menemukan dunia baru yang menyimpan sejuta
misteri dan membuatku untuk tetap tinggal.Aku seakan lupa duniaku yang duluh,kini
aku asik dengan dunia baru yang kini
menyeretku dari masa laluh yang hampa, yang mengembalikan senyum tawa di wajah
lugu itu, yang membuatku mampu kembali meneteskan air mata setelah sekian lama
kering oleh kehampaan yang seakan tiada ahir.dia selaluh mampu menghadirkan
tawa disetiap kebersamaan dan mengubah tangis jadi tawa bahagia,hidupnya seakan
tiadak ada beban,hanya tawa yang selalu nampak di wajahnya.Dan saya yakin
pertemuan di ruang tunggu hari itu bukanlah suatu kebetulan, mungkin itu adalah
bagian dari scenario sangkuasa.
Karna keseringan dengan dia akupun jarang kumpul dengan
teman-teman seperti dulu, kini aku lebih
banyak menghabiskan waktu sepulang kuliah di perpustakaan dan warung
kopi,teman-temankupun bingung melihat perilaku aku yang mulai berubah, yang
dulunya tida suka membaca dan pendiam kini menjelma menjadi cerewet dan suda mulai suka membaca buku bahkan hamper
tiap saat selalu membawa buku bacaan di tasnya sebagai pengisi kekosongan
diselah-selah waktu,tidak heran jika banyak tman yang menanyakan mengenai hal
itu karna akupun menyadarinya, dan akupun tida tahu entah kenapa semenjak
sering jalan dengan dia perlahan kebiasaanku yang duluh berubah, mungkin karna
selama ini yg mereka tawarkan hanyalah sona nyaman bedah dengan dia, Dia yang
mengajariku pentingnya membaca dan pentingnya ilmupengetahuan, satu nasehat
yang selalu aku ingat dari dia “Jangan hanya terpaku pada satu hal, karena
banyak hal yang penting untuk diketahui
dan jangan perna puas dengan apa yang kita ketahui saat ini ” aku selalu ingat
perkataannya itu, mungkin karna dia keseringan mengatakan hal itu kepadaku.
Meskipun aku
mengenalnya belum begitu lama namun Aku belajar banyak hal darinya, yang
mungkin aku tidak dapatkan dari teman sebelumnya,bukan
berarti aku tidak mendapatkan pelajaran dari mereka, tapi kali ini aku merasa
berbeda .Tapi sedikitpun perasaan suka atau yang biasa orang menyebutnya
“cinta” itu tidak ada muncul dalam hatiku,Kagum memang iyah… aku juga sadar
diri orang seperti aku tidak mungkin sala satu dari kriterianya ,aku hanya
meganggapnya tidak lebeh dari seorang teman , meskipun kami sering jalan
bersama tapi bukan berarti ada hubungan yang special diantara kami.
Suatu malam dia menelponku dan mengajak ke warung kopi di
tempat biasa kami minum kopi, awalnya aku menolak ajakannya karna waktu itu aku
lagi tidak enak badan tetapi dia tetap memaksa,ahirnya aku menerima ajakannya
itu dengan syarat tidak sampai larut malam dan diapun setuju,sesampainya di
warung kopi, sperti biasanya kami memesan kopi lalu mencari tempat duduk,tidak
lama kemudian pesanan kami datang, tapi aku hanya asik dengan leptopku seolah
aku dating sendiri tampa menghiraukanya,mungkin karna dia bingung dengan
kelakuanku malam itu yang biasanya banyak bicara kini Cuma terdiam sambil
menatap layar leptop,dia pun mananyakan kepadaku
“kamu kenapa ?”
“Tidak kenapa-kenapa”
jawabku dengan wajah yang sedikit murung,
“maaf kalau aku memaksa
ngopi, padahal kamu sedang tidak enak badan” ucapnya dengan nada pelan seolah
merasa bersalah,
“Santai lahh, “jawabku
sambil tersenyum, berharap iya tidak lagi merasa bersalah,
Tapi entah kenapa malam
itu aku merasa ada yang berbeda dari dia,Dia tidak banyak bicara,aku berharap
itu cuman perasaanku saja,diapun
menanyakan hal yang menurutku aneh, karna sebelumnya dia tidak pernah
menanyakan hal itu,
“Aku boleh bertanya ?
“ iya boleh, kenapa
harus izin duluh biasanya juga langsung tanya” jawabku,
“Kamu punya teman spesial
?”
“Teman special…? Bagi
aku semua teman itu sama saja tida ada yang spesial, memangnya martabak ? hehe…
, jawabku sambil tertawa
“Aku
serius” jawabnya, Akupun diam sejenak sambil memikirkan apa maksut dari
pertanyaannya itu, dan tidak terfikir olehku dia akan mengatakan hal itu,
“karena
aku suka sama kamu” ucapnya dengan nada cepat
dan agak pelan,
“apah…?
Jawabku dengan nada heran sambil menatapnya,
“iyah,
aku suka sama kamu” sekali lagi dia mengulang perkataannya, Tapi aku hanya
terdiam dan tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan,
“Terserah
kamu percaya atau tidak, tapi itu kenyataannya” ucapnya, berusaha meyakinkanku,
“itu
tidak mungkin” jawabku,
karena
aku sadar diri dan tidak mungkin orang
seperti dia suka dengan wanita bodoh seperti aku,aku hanya meganggap itu hanya
gombalan, diakan pandai dalam merangkai kata (ucapku dalam hati. entah kenapa
sesampainya di kosan aku selalu teringat perkataanya tadi, tapi aku berusaha
meyakinkan diru kalau itu cuman gombalan semata. Keesokan harinya seperti biasa
setelah kuliah aku bergegas menuju perpustakaan, dan peristiwa semalam suda
tida terfikir olehku tapi kali ini dia tidak terlihat di perpustakaan, mungkin
dia lagi sibuk “ ujarku dalam hati”
Tapi
setelah beberapa hari dia tidak perna terlihat di kampus dan di perpustakaan ,
Akupun teringat peristiwa malam itu di warung kopi, Apa mungkin gara-gara itu
dia menjauh ? “tanyaku dalam hati”, akupun mencarinya dan menanyakan ke
teman-temanya tapi kata merekah dia memang tidak pernah ke kampus beberapa hari
ini,
Ahh mungkin dia lagi
sibuk,” ucapku dalam hati” akupun tidak lagi memikirkan hal itu,hari demi hari
berlaluh tidaklagi ada kabar darinya, akupun merasa dugaanku benar dia tidak
serius tentang perkataanya malam itu,kini aku tidak lagi memikirkan dia,
mungkin dia suda menemukan teman baru yang membuatnya nyaman” ucapku dalam
hati”.kini hari-hariku kembali seperti semula ngopi sendiri dan jalan
sendiri,karna teman-temanku tidak suka ke perpustakaan dan mereka juga jarang
mau ikut kalau aku ajak ke warung kopi.
Suatu hari aku sedang duduk bersantai di warung kopi tempat biasa aku ngopi sambil menikmati
secangkir kopi menunggu hujan redah yang
tiba-tiba dating bersama petir yang sesekali mengagetkanku, aku dikejutkan oleh
seseorang yang tiba-tiba memegang pundakku, akumenoleh ke belakang dan
ternyatah yang datang itu dia yang selama ini menghilang entah kemana,aku kaget
dan heran melihat dia yang tiba-tiba dating,dia seperti angin yang datang tiba-
tiba dan kemudian berlaluh begitu saja, aku mempersilahkan dia duduk, diapun
duduk lalu kemudian menatap aku seakan menatap bendah yang baru dia lihat,
“Kenapa kamu merhatiin
saya segitunya?
“tidak kenapa-kenapa,
memangnya tidak boleh kalau aku lihatin kamu?(dia malah balik bertanya)
“yah… bukannya
begitu,tapi tidak biasanya kamu begitu makanya aku bertanya”
Akupun
menanyakan penyebab dia beberapa hari menghilang tampa kabar,namun dia hanya
tersenyu mendengar pertanyaanku, entah apa maksut dari senyuman itu hanya dia
yang tahu,akupun diam dan tidak lagi melanjutkan pertanyaanku mengenai penyebab
dia menghilang tanpa kabar.dia justru balik bertanya tentang kabar aku beberapa
hari selama dia menghilang,kamipun berbagi cerita selama beberapa hari dan tida
terasa hari mulai sore namun hujan tidak kunjung redah, mungkin dewi fortuna sedang berpihak padanya
sore ini. Dia kembali menanyakan mengenai tanggapanku tentang pertanyaanya
malam itu,sejenak aku terdiam kemudian aku menatapnya sambil tersenyum, aku
bingung harus jawab apa karna aku masi tidak percaya dengan semua ini, ahirnya
aku memutuskan untuk menjalin hubungan denganyah, aku tidak akan tau
kesungguhannya jika aku tida menjalaninya, dia tampak bahagia mendengar
jwabanku itu,tidak terasa hari mulai gelap dan hujanpun mulai redah, kami
bergegas pulang diapun mengantarku pulang.
Tapi aku tidak memberitahu hal ini
kepada teman-temanku biarlah waktu yang akan membuat mereka tahu dengan
sendirinya.
Ada yang berbeda dengan dia,ahir-ahir
ini dia lebih sering bersama saya dibanding hari-hari sebelumnya dan dia juga
lebih perhatian, mungkin itu bentuk rasa saying dia terhadapku.aku seakan punya
alaram yang mengigatkanku disetiap waktu.
Suatu hari aku sedang sakit awalnya
aku tidak ingin memberitahu dia aku tidak ingin merepotkannya, tetapi aku
merasa tidak kuat lagi bahkan untuk berdiripun aku ta’ sanggup lagi dengan
terpaksa aku menelponya,diapun dating dan membawa makanan kesaukaanku, tapi aku
tidak berselera untuk makan diapun memaksaku untuk makan, hari itu aku sadar
bahwa pria yang dulu aku sebut sebagai pria misterius kini menjelma menjadi
malaikat penolong bagiku, dia relah bolos kuliah karna tidak ingin
meninggalkanku sendiri dalam keadaan sakit,aku suda menyurunya pergi dan
berusaha meyakinkan bahwa aku sudah baikan tapi ia enggan pergi.dan hari itu
temanku yang dating menjegukkupun curiga dengan kehadiran dia,sebagai teman merekapun
mulai menanyakan hal itu padaku dan ak menceritakan yang sebenarnya kepada
mereka.selama beberapa hari sepulang kuliah dia selalu mampir ke kontrakan hanya
sekedar memastikan keadaanku,hal itu dia lakukan setiap hari hingga aku sembuh dan
kembali beraktifitas seperti biasah,apalagi kalau bukan ngopi dengan dia,aku
sangat bersyukur dipertemukan dengan dia dan kini aku percaya bahwa tidak ada
yang kebetulan.









