Minggu, 24 September 2017

Ada Cinta Disecangkir Kopi



Kekagumanku terhadapnya bukan tanpa alasan, tapi ada banyak peristiwa dibalik semuah itu,semuanya berawal dari nilai satu kelasku yang bermasalah.
Suatu hari aku sedang mengurus nilai, karena kebetulan waktu itu jam istirahat, aku duduk menunggu dosen di ruang tunggu sambil membaca buku, sebenarnya aku bukan orang yang suka membaca (kutu buku) dan buku yang waktu itu aku baca adalah buku bacaan pertama yang aku beli selama kuliah, mungkin  terdengar konyol tapi itu kenyataanya .setelah beberapa jam aku menunggu tapi dosen yang aku tunggu tidak datang juga, tiba-tiba seseorang menghampiriku dan duduk di sampingku, aku hanya menoleh sambil senyum, bukanya sombong tapi aku samasekali tida mengenalnya.Dia memegang sampul buku yang sedang aku baca sontak aku kaget dan menatapnya, dia tersenyum lalu berkata
“aku bias pinjam sebentar bukunya”?
Iya, bisa (jawabku, sambil bertanya dalam hati “ini orang siapasih”
“Kamu suka membaca juga ?
“tidak juga, knapa mangnya (Aku balik bertanya padanya)
“oh…..(Jawabnya sambil meganggukan kepala, entak apa maksutnya)

Tidak lamah setelah kami bercerita, dosen yang aku tunggu datang, akupun menghampirinya dengan terburu-buru sampai aku lupa mengambil buku yang sedang di pinjam pria yang tidak aku kenal namanya, setelah aku keluar dari ruangan dosen ternyata dia masi duduk sambil membaca buku yang dia pinjam dariku tadi,
Akupun menghampirinya dan duduk di sampingnya, dia kemudian meletakkan buku tersebut “Buku ini bagus bangat tapi kamu harus baca buku dasar dulu karna ini terlalu berat untuk pemula “(ujarnya lalu kemudian pergi tanpa menyebutkan namanya),
“oh… iyah makasih yah” aku menjawab dengan nada pelan, sambil mengambil buku yang diletakkannya tadi, Aku kemudian kembali ke kelas dan tida lagi kepikiran tentang pria yang tidak aku kenal tadi .
            Keesokan harinya aku berjalan menuju kelas dengan terburu-buru karna suda terlambat, seseorang menyapaku “heey” ,aku tida menoleh sedikitpun  aku merasa tida mengenalnya dan terus berjalan, setelah pelajaran selesai aku kemudian mengajak sahabatku ke halaman perpustakaan umum tempat kami biasa bersantai sambil menunggu pelajaran selanjutnya, Sesampainya di halaman perpus kami mencari tempat yang teduh untuk beristirahat akupun duduk sambil membaca buku, kemudian aku memperhatikan tmanku yang sepertinya lagi memperhatikan seseorang,
“Kamu lagi lihatin apaan sih ?
“itu looh, pria yang lagi duduk disana “ jawabnya
“pria yang mana ? disana banyak pria yang sedang duduk (jawabku bingung)
“itu… yang menghadap kearah kita, dari tadi dia memperhatikan kita” jawabnya,
“ih… Pedeh amat mau diperhatikan, memangnya kamu kenal dengan pria itu?
“hehe… Tidak jugasih” jawabnya sambil tertawa
“yah sudah kalau begitu, kamu merusak konsentrasi saja”(ujarku kesal)
Akupun melanjutkan bacaanku dan tmanku asik dengan henponnya, Tiba-tiba seorang pria menghampiri kami dan duduk di sampingku,
“hey… lagi baca buku apasih?” Ujarnya kemudian  mengulurkan tangan dan menyebutkan namanya
“ooh “ hanya itu jawabanku, tanpa aku sadari ternyata pria itu adalah pria yang kemarin meminjam buku di ruang tunggu,
“Aku menganggu kalian yah ? maaf kalau gitu”(ucapnya dengan nada pelan)
“eeh tidak, sama sekali tidak mengganggu” jawa temanku (jujur aku sangat jengkel melihat tingkahnya itu yang tiba-tiba ramah dengan pria tersebut). Lalu merekapun asik bercerita,entah apa yang mereka bicarakan akupun melanjutkan bacaanku, tidak lama kemudian pria tersebut pergi
“Aku duluan yah “ujarnya, aku hanya menoleh sambil tersenyum, kamipun kembali kekelas. Sambil jalan temanku menceritakan pembicaraan mereka tadi, dan ternyata dia memberikan nomor kontakku ke pria tadi, jujur waktu itu aku sngat jengkel tapi dalam hati aku berfikir “dia tida mungkin menghubungiku” Beberapa hari berlalu tidak perna ada pria yang menelpon akupun merasa dugaanku benar tentang pria itu dia hanya jail saja, tapi tidak lama kemudian  henponku berdering panggilan dari nomor yang tidak aku kenal, ternyata dia pria yang beberapa hari yang lalu meminta Nomor kontakku, bahkan akupun lupa namanya, dengan cuek aku menjawab setiap pertanyaanya dan dia mengajakku ke acara temannya, aku tida menjawab ajakannya itu, aku berfikir mungkin dia hanya basa basi saja lagian aku juga tidak kenal dengan dia.
            Malam itu temanku mengajakku ngopi di warung kopi dekat kampus tempat biasa kami ngopi, dan sesampainya disana ternyata pria tersebut ada di disana, tapi aku tida peduli hal itu “memangnya dia siapa” ujarku dalam hati, kamipun memesan minuman dan duduk, lagi dan lagi pria tersebut menghapiri kami
“Sering ngopi disini juga?”
“ iya lumayan sering gopi disini “ jawabku sambil tersenyum (aku mencoba menepihkan rasa jengkelku)
“Suka kopi juga yah ? ujarnya sambil menggeser secangkir kopi ke hadapanku
“iya, memangnya kenpa?jawabku sedikit cuwek,
“tida, cuman jarangloh cewe suka kopi” ujarnya, dan aku hanya tersenyum. Tanpa aku sadari ternyata kami cerita suda berjam-jam kopi di cangkirkupun suda habis, dan malam suda mulai larut kamipun pamit pulang duluan  “kami duluan yah “ ujarku padanya,
“Aku antar yah ? (jawabnya,sambil berdiri mengambil kunci motornya) sudah larut malam bahaya lohh, cewe pulang malam-malam , ujarnya seolah menakuti kami, Diapun mengantarkami sampai ke kontrakan. Malam itu seolah jadi awal perkenalan kami tapi aku suda lupa nama pria tersebut, dan setelah pertemuan di warung kopi malam itu hampir setiap hari kami ketemu di halaman perpustakaan, dan sering gopi bersama. entah apa yang merasuki tubuhku aku seakan menjelma menjadi gadis yang humoris dan banyak bicara, bahkan teman-temankupun mempertananyakan  hal itu karna yang mereka tau saya yang dulunya cuek dan tida banyak bicara,Apa mungkin karna aku keseringan dengan dia? Tanayaku dalam hati.
            Karena aku dan dia  memiliki hobiy dan kebiasaan yang sama, kamipun sering jalan bersama, Setelah sering ngopi dan jalan dengan dia  perlahan aku mulai mengetahui sifat dan kepribadianya yang sebenarnyah  jauh dari dugaanku sebelumnya.Dia hanya manusia biasa yang sekilas terlihat sama dengan yang lainnya, dia bukanlah orang yag identik dengan baju kemeja dan kaca mata, bahkan mungkin bagi sebagian orang penampilannya itu kuran sopan, Dia lebih identik dengan baju kaos dan celana jins sobek, aku juga tidak tahu apakah sobekan dicelana itu desengaja atau memang karna tida mampu untuk membeli yang baru ?yah… itu sekilas tentang dia yang biasa saja, namun Dia mampu menyembunyikan sesuatu yang luar biasa dibalik itu semuah.
            Mungkin karna sebelumnya aku belum mengenal sosok seperti dia, aku seakan  menemukan dunia baru yang menyimpan sejuta misteri dan membuatku untuk tetap tinggal.Aku seakan lupa duniaku yang duluh,kini aku asik dengan dunia baru  yang kini menyeretku dari masa laluh yang hampa, yang mengembalikan senyum tawa di wajah lugu itu, yang membuatku mampu kembali meneteskan air mata setelah sekian lama kering oleh kehampaan yang seakan tiada ahir.dia selaluh mampu menghadirkan tawa disetiap kebersamaan dan mengubah tangis jadi tawa bahagia,hidupnya seakan tiadak ada beban,hanya tawa yang selalu nampak di wajahnya.Dan saya yakin pertemuan di ruang tunggu hari itu bukanlah suatu kebetulan, mungkin itu adalah bagian dari scenario sangkuasa.
            Karna keseringan dengan dia akupun jarang kumpul dengan teman-teman seperti dulu,  kini aku lebih banyak menghabiskan waktu sepulang kuliah di perpustakaan dan warung kopi,teman-temankupun bingung melihat perilaku aku yang mulai berubah, yang dulunya tida suka membaca dan pendiam kini menjelma menjadi cerewet  dan suda mulai suka membaca buku bahkan hamper tiap saat selalu membawa buku bacaan di tasnya sebagai pengisi kekosongan diselah-selah waktu,tidak heran jika banyak tman yang menanyakan mengenai hal itu karna akupun menyadarinya, dan akupun tida tahu entah kenapa semenjak sering jalan dengan dia perlahan kebiasaanku yang duluh berubah, mungkin karna selama ini yg mereka tawarkan hanyalah sona nyaman bedah dengan dia, Dia yang mengajariku pentingnya membaca dan pentingnya ilmupengetahuan, satu nasehat yang selalu aku ingat dari dia “Jangan hanya terpaku pada satu hal, karena banyak hal  yang penting untuk diketahui dan jangan perna puas dengan apa yang kita ketahui saat ini ” aku selalu ingat perkataannya itu, mungkin karna dia keseringan mengatakan hal itu kepadaku.
Meskipun aku mengenalnya belum begitu lama namun Aku belajar banyak hal darinya, yang mungkin aku tidak dapatkan dari  teman sebelumnya,bukan berarti aku tidak mendapatkan pelajaran dari mereka, tapi kali ini aku merasa berbeda .Tapi sedikitpun perasaan suka atau yang biasa orang menyebutnya “cinta” itu tidak ada muncul dalam hatiku,Kagum memang iyah… aku juga sadar diri orang seperti aku tidak mungkin sala satu dari kriterianya ,aku hanya meganggapnya tidak lebeh dari seorang teman , meskipun kami sering jalan bersama tapi bukan berarti ada hubungan yang special diantara kami.
            Suatu malam dia menelponku dan mengajak ke warung kopi di tempat biasa kami minum kopi, awalnya aku menolak ajakannya karna waktu itu aku lagi tidak enak badan tetapi dia tetap memaksa,ahirnya aku menerima ajakannya itu dengan syarat tidak sampai larut malam dan diapun setuju,sesampainya di warung kopi, sperti biasanya kami memesan kopi lalu mencari tempat duduk,tidak lama kemudian pesanan kami datang, tapi aku hanya asik dengan leptopku seolah aku dating sendiri tampa menghiraukanya,mungkin karna dia bingung dengan kelakuanku malam itu yang biasanya banyak bicara kini Cuma terdiam sambil menatap layar leptop,dia pun mananyakan kepadaku
“kamu kenapa ?”
“Tidak kenapa-kenapa” jawabku dengan wajah yang sedikit murung,
“maaf kalau aku memaksa ngopi, padahal kamu sedang tidak enak badan” ucapnya dengan nada pelan seolah merasa bersalah,
“Santai lahh, “jawabku sambil tersenyum, berharap iya tidak lagi merasa bersalah,
Tapi entah kenapa malam itu aku merasa ada yang berbeda dari dia,Dia tidak banyak bicara,aku berharap itu cuman perasaanku  saja,diapun menanyakan hal yang menurutku aneh, karna sebelumnya dia tidak pernah menanyakan hal itu,
“Aku boleh bertanya ?
“ iya boleh, kenapa harus izin duluh biasanya juga langsung tanya” jawabku,
“Kamu punya teman spesial ?”
“Teman special…? Bagi aku semua teman itu sama saja tida ada yang spesial, memangnya martabak ? hehe… , jawabku sambil tertawa
“Aku serius” jawabnya, Akupun diam sejenak sambil memikirkan apa maksut dari pertanyaannya itu, dan tidak terfikir olehku dia akan mengatakan hal itu,
“karena aku suka sama kamu” ucapnya dengan nada cepat  dan agak pelan,
“apah…? Jawabku dengan nada heran sambil menatapnya,
“iyah, aku suka sama kamu” sekali lagi dia mengulang perkataannya, Tapi aku hanya terdiam dan tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan,
“Terserah kamu percaya atau tidak, tapi itu kenyataannya” ucapnya, berusaha meyakinkanku,
“itu tidak mungkin” jawabku,
karena aku sadar diri dan tidak mungkin  orang seperti dia suka dengan wanita bodoh seperti aku,aku hanya meganggap itu hanya gombalan, diakan pandai dalam merangkai kata (ucapku dalam hati. entah kenapa sesampainya di kosan aku selalu teringat perkataanya tadi, tapi aku berusaha meyakinkan diru kalau itu cuman gombalan semata. Keesokan harinya seperti biasa setelah kuliah aku bergegas menuju perpustakaan, dan peristiwa semalam suda tida terfikir olehku tapi kali ini dia tidak terlihat di perpustakaan, mungkin dia lagi sibuk “ ujarku dalam hati”
Tapi setelah beberapa hari dia tidak perna terlihat di kampus dan di perpustakaan , Akupun teringat peristiwa malam itu di warung kopi, Apa mungkin gara-gara itu dia menjauh ? “tanyaku dalam hati”, akupun mencarinya dan menanyakan ke teman-temanya tapi kata merekah dia memang tidak pernah ke kampus beberapa hari ini,
Ahh mungkin dia lagi sibuk,” ucapku dalam hati” akupun tidak lagi memikirkan hal itu,hari demi hari berlaluh tidaklagi ada kabar darinya, akupun merasa dugaanku benar dia tidak serius tentang perkataanya malam itu,kini aku tidak lagi memikirkan dia, mungkin dia suda menemukan teman baru yang membuatnya nyaman” ucapku dalam hati”.kini hari-hariku kembali seperti semula ngopi sendiri dan jalan sendiri,karna teman-temanku tidak suka ke perpustakaan dan mereka juga jarang mau ikut kalau aku ajak ke warung kopi.
            Suatu hari aku sedang duduk bersantai  di warung kopi tempat biasa aku ngopi sambil menikmati secangkir kopi menunggu  hujan redah yang tiba-tiba dating bersama petir yang sesekali mengagetkanku, aku dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba memegang pundakku, akumenoleh ke belakang dan ternyatah yang datang itu dia yang selama ini menghilang entah kemana,aku kaget dan heran melihat dia yang tiba-tiba dating,dia seperti angin yang datang tiba- tiba dan kemudian berlaluh begitu saja, aku mempersilahkan dia duduk, diapun duduk lalu kemudian menatap aku seakan menatap bendah yang baru dia lihat,
“Kenapa kamu merhatiin saya segitunya?
“tidak kenapa-kenapa, memangnya tidak boleh kalau aku lihatin kamu?(dia malah balik bertanya)
“yah… bukannya begitu,tapi tidak biasanya kamu begitu makanya aku bertanya”
Akupun menanyakan penyebab dia beberapa hari menghilang tampa kabar,namun dia hanya tersenyu mendengar pertanyaanku, entah apa maksut dari senyuman itu hanya dia yang tahu,akupun diam dan tidak lagi melanjutkan pertanyaanku mengenai penyebab dia menghilang tanpa kabar.dia justru balik bertanya tentang kabar aku beberapa hari selama dia menghilang,kamipun berbagi cerita selama beberapa hari dan tida terasa hari mulai sore namun hujan tidak kunjung redah, mungkin dewi fortuna sedang berpihak padanya sore ini. Dia kembali menanyakan mengenai tanggapanku tentang pertanyaanya malam itu,sejenak aku terdiam kemudian aku menatapnya sambil tersenyum, aku bingung harus jawab apa karna aku masi tidak percaya dengan semua ini, ahirnya aku memutuskan untuk menjalin hubungan denganyah, aku tidak akan tau kesungguhannya jika aku tida menjalaninya, dia tampak bahagia mendengar jwabanku itu,tidak terasa hari mulai gelap dan hujanpun mulai redah, kami bergegas pulang diapun mengantarku pulang.
Tapi aku tidak memberitahu hal ini kepada teman-temanku biarlah waktu yang akan membuat mereka tahu dengan sendirinya.
Ada yang berbeda dengan dia,ahir-ahir ini dia lebih sering bersama saya dibanding hari-hari sebelumnya dan dia juga lebih perhatian, mungkin itu bentuk rasa saying dia terhadapku.aku seakan punya alaram yang mengigatkanku disetiap waktu.
Suatu hari aku sedang sakit awalnya aku tidak ingin memberitahu dia aku tidak ingin merepotkannya, tetapi aku merasa tidak kuat lagi bahkan untuk berdiripun aku ta’ sanggup lagi dengan terpaksa aku menelponya,diapun dating dan membawa makanan kesaukaanku, tapi aku tidak berselera untuk makan diapun memaksaku untuk makan, hari itu aku sadar bahwa pria yang dulu aku sebut sebagai pria misterius kini menjelma menjadi malaikat penolong bagiku, dia relah bolos kuliah karna tidak ingin meninggalkanku sendiri dalam keadaan sakit,aku suda menyurunya pergi dan berusaha meyakinkan bahwa aku sudah baikan tapi ia enggan pergi.dan hari itu temanku yang dating menjegukkupun curiga dengan kehadiran dia,sebagai teman merekapun mulai menanyakan hal itu padaku dan ak menceritakan yang sebenarnya kepada mereka.selama beberapa hari sepulang kuliah dia selalu mampir ke kontrakan hanya sekedar memastikan keadaanku,hal itu dia lakukan setiap hari hingga aku sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasah,apalagi kalau bukan ngopi dengan dia,aku sangat bersyukur dipertemukan dengan dia dan kini aku percaya bahwa tidak ada yang kebetulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar