Cerita seorang wanita yang sejak kecil iya terlahir terpisah dari kedua orang tuanya dia tumbuh bersama seorang nenek yang sudah tua ia dibesarkan dengan penu cinta kasih hingga ia tumbuh dewasa menjadi seorang gadis yang periang dan banyak disukai orang, ketika ia suda berumur 18 tahun sang nenek meninggal dunia betapa ia merasa kehilangan sosok yang selama ini membesarkan dan menyayanginya sepenu hati kini pergi meninggalkannya untuk selamanya air mata takterbendung lagi perasaanya benar-benar hancur dunianya serasa hampa rasanya taksanggup lagi ia menjalani hari-harinya.
Tapi ia sadar mungkin ini adalah takdir yang telah digariskan oleh sang pencipta akhirnya wajah ceria kembali ia tampakkan hari-harinya kembali berwarna bahkan ia tampak lebih bersemangat lagi, akhirnya ia merantau ke ibu kota disana dia ketemu teman baru dan suasana yang barupula ia mencoba melupakan kenangan pahit di kampung halaman kini ia mencoba membuka lembaran baru dengan orang baru,ia sangat beruntung ketemu dan berteman dengan orang-orang yang begitu peduli denganya, tapi ia kurang beruntung dalam hal asmara beberapa pria yang perna singga dihatinya tapi selalu berujung dengan perpisahan, disaat sahabatnya bahagia dengan kekasi mereka dia hanya tersenyum menyaksikan, seakan tiada lagi rasa untuk memulai hubungan dengan pria dia suda lelah dengan semuanya,tapi sesekali rasa irih timbul ketika menyaksikan kemesraan sahabatnya dengan kekasinya, tapi ia kembali sadar mungkin inilah yang suda digariskan oleh sang pencipta kini ia mencoba menjalani hari-harinya dengan semangat tanpa dihantu rasa sakit dimasalalu. Dan benarsaja hari-harinya makin kelihatan ceria ia selalu tampil penu senyum di hadapan teman-temannya dan tida peduli lagi dengan dunia asma baginya itu adalah penjara kehidupan dan dia hanya ingin hidup bebas tidak suka diatur-atur apalagi ditekan,
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang pemudah dan pada saat itu ia jatuhati padanya setelah beberapakali ketemu mereka saling bertukar nomor ponsel, kebetulan pria tersebut juga memiliki hobiy yang sama dengannya mereka sering jalan dan ngopi bersama setelah beberapa kali jalan bersama sipria tersebut menyatakan perasaanya dan iapun menerimanya hari demihari mereka lalui dan seakan ia lupa kata-katanya yang lalu bahwa menjalin sebua hubungan bagaikan penjara kehidupan, kini ia terkalahkan oleh rasa yang timbul dihatinya ia berharap hubunganya kali ini tida berahir seperti yang lalu, sahabatnyapun ikut bahagia dengan statusnya kali ini setelah beberapa bulan pria tersebut kembali kekampung halamanya setelah itu mereka tida perna lagi bertemu bahkan komunikasipun jarang ia hanya memaklumi dan mencoba berfikir positif meskipun sesekali sahabatnya memperingatinya tapi ia tetap dengan pendiriannya meskipun dlam hati ia merintih tapi ia selalu tersenyum dihadapan sahabatnya seolah tida ada yang ia fikirkan. tapi setiap kali ia suda mulai perlahan melupakan sosok pria itu justru disaat itu pula pria tersebut menghubunginya dan seakan memberi harapan padanya iapun bingun dengan perasaannya sendiri tapi tetap saja ia enggan berbagi cerita dengan sahabatnya dan pada suatu hari ia berjanji untuk tida lagi menghiraukannya.
Ia mencoba kebali kedunianya yang penu canda tawa, ia telah lupa akan sosok lelaki itu dan setelah kejadian itu beberapa pria yang mencoba mendekatinya tapi hatinya seolah suda tertutup untuk pria bahkan sahabatnya sering memperkenalkanya dengan pria yang dianggapnya baik tapi lagi dan lagi ia menolak,ia hanya menjawa aku ingin hidup bebas

Ceritax msih terlalu cpat sampai di ujung.
BalasHapusPenggunajan kata msh ada huruf yg hilang.
Mungkin lbh bagus klw d tanbahkan sajak dalam tiap penyampaian kisahnya..
Tpi yahc lumayanlah..
makasih masukannya ka
Hapusiya sihh aku juga sdar terlalu pndek
Bertahap tahap telah melalui jalan dengan liku yang tak mudah, dimana kini telah memasuki lembaran tengah perjalanan ini.
BalasHapusEntah telah berapa jauh kini kaki telah melangkah.
Sejenak saat ku mengingat tempat yang pernah ku singgahi. Bukan tanpa alasan, mengapa kumengingat tempat sederhana ini. Tempat ku pernah beristrhat melepas penat dengan segelas kopi hitam dan sebatang rokok. Sembari melepas lelah dengan menikmati indahnya pandangan ditempat ini.
Beberapa cerita yang kembali tersiar dalam ingatanku. Tentang tempat ini. Tentang sehari ditempat yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Akan sebuah kengan yang kini selalu terbawa walau telah jauh berlalu.
Entah ini takdir, disaat ku tatap kembali sebuah gambar yang kujumpai disebuah media sosial, yang kini telah berbeda. Ditempat yang sama, lokasi yang sama, namun dengan orang yang berbeda.
Menbuatku berkhayal, akan masa indah dulu.
Tapi kuberharap bukan sebuah kebetulan. Karena dalam hati ini pun berharap kenangan itu tak pernah ia lupakan dan berharap cerita itu tak bisa tergantikan oleh apapun.
"Walau Aku Tak Lagi Bisa Bersamamu.. "